Saturday, June 22, 2013

Akar "Kisah Inspiratif"

Akar merupakan bagian terpenting dari tumbuhan. Tanpa akar, tumbuhan tidak dapat berdiri kokoh. Hujaman akar ke tanah membuat tumbuhan dapat berdiri tegak menghadapi dunia. Akar menyerap air dan sari-sari kehidupan dari dalam tanah yang berguna bagi tumbuh kembangnya tumbuhan. Tak jarang akar menjadi penyimpan cadangan makanan. Saat musim kemarau tiba, dan tumbuhan membutuhkan air serta zat hara untuk kelangsungan hidupnya, sementara cadangan untuk itu tak lagi tersedia, akar bekerja keras menyelusup ke dalam tanah, menghujam dan terus mencari agar tanaman tetap hidup.

Meskipun tanaman terlihat seperti akan mati, daun-daunnya luruh dan kering, tapi sesungguhnya tanaman tetap hidup. Karena akar tetap bekerja. Tidak ada yang melihat kerja akar, karena ia berada di kedalaman. Tidak ada yang mempedulikannya apakah dia telah mati atau masih hidup. Tapi akar tetap bekerja, karena kerja akar bukanlah kerja riya. Tak peduli sekelilingnya kering kerontang, tak peduli daun dan batang menghentikan kerjanya, akar tetap bekergerak. Mengkais-kais tanah, mencari butir-butir air yang tersisa dari sela-sela butiran tanah. Mengumpulkannya, memberinya kepada sang pohon, sehingga bisa bertahan hidup.

Dialah benteng pertahanan terakhir kehidupan sebuah pohon. Dan saat musim semi dan penghujan tiba, saat daun dan batang mengeluarkan kuncup-kuncupnya, saat bunga-bunga berlomba bermekaran menunjukkan dirinya, dan geliat kehidupan dari dalam tanah dan memberikan pada yang membutuhkan. Luar biasa, akar tidak pernah berhenti bekerja. Menjalani takdirnya sebagai penyambung kehidupan. Cintanya pada kehidupan tak lekang oleh keadaan. Dalam berbagai musim, baik musim semi saat dunia begitu indah maupun musim dingin saat dunia seolah-olah tertidur, saat suka maupun duka. Sampai suatu saat nanti panggilan alam mencabutnya dari dalam tanah.

Andaikan kita bisa mengambil sifat kerja akar terus bekerja dan memberi disetiap waktu. Bahkan disaat sekelilingnya menganggapnya sudah tak ada. Bahkan saat sekeliling bersukaria dan tak lagi memperdulikan kita, saat kerja-kerja kita seolah terlupakan. Saat kelelahan tak lagi dipertanyakan. Hingga suatu saat nanti takdir menyatakan kita harus berhenti. Saat diri tak sanggup lagi beraktualisasi. Saat buku kehidupan tertutup rapat. Dan kita bisa beristirahat dengan senyuman. Karena suatu keyakinan bahwa ada Tuhan yang selalu memperhatikan dan menilai kerja kita.


Sumber: www.biologipedia.blogspot.com

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites